Parkir Liar Selalu Jadi Masalah di Pekan Raya Lampung, Apindo Gunakan Jasa Security Outsourcing
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Parkir liar dengan tarif ‘selangit’ selalu menjadi masalah setiap kali digelar Pekan Raya Lampung (Lampung Fair).
Petugas parkir biasanya mematok tarif di kisaran Rp10 ribu hingga Rp20 ribu. Selain itu, lokasi parkir yang tak beraturan seringkali membuat akses jalan terhambat.
Tahun ini Pekan Raya Lampung (PRL) akan kembali digelar di PKOR Way Halim mulai tanggal 6 hingga 21 Oktober mendatang.
Untuk mengatasi hal itu, panitia penyelenggara PRL 2023, Apindo Lampung sudah menyiapkan solusi untuk mengatasi masalah parkir liar.
Ketua Apindo Lampung, Ary Meizari mengatakan pihaknya akan menggunakan jasa security outsourcing untuk pengamanan, termasuk mengatur parkir.
“Ini yang sedang kita komunikasikan. Untuk masalah keamanan PRL memang baru kita bahas secara internal, dan kita akan menggunakan outsourching untuk security,” kata Ary Meizari, Jumat (1/9/2023).
Dengan adanya security outsourcing, pengamanan di dalam maupun di luar PKOR Way Halim akan lebih baik. Sebab pihak outsourcing sudah memiliki SOP dalam tugas pengamanan.
“Jadi kita tidak menggunakan dalam tanda kutip oknum-oknum, tapi outsourcing. Mereka punya aturan yang jelas terkait proses keamanan,” kata Ary.
“Kalau tidak salah mereka sudah membangun komunikasi dengan pihak parkir dan lain-lain (di sekitar PKOR), agar ada pengawasan terkait tarif parkir yang semena-mena,” tambahnya.
Selain masalah parkir, security juga akan menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan sembarangan di pinggir jalan.
parkir liar
Apindo lampung
Lampung Fair
Ary Meizari
Pekan Raya Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
